Selasa, 24 Agustus 2010

Selamat Ulang Tahun



Sebuah perjalanan hidup telah dimulai puluhan tahun yang lalu
Bukan usia yang dibanggakan, namun sebuah kesuksesan dari sebuah perjalanan dan arti hidup..

Seribu bintang hasil pengasingan diri telah berhasil bersinar,
bersinar dalam botol kusamnya..
Yang selamanya akan tetap kusam
dimanapun dia berada bersamamu..

hanyalah hasil lipatan tangan,
bukan sebuah jam panerai..
namun kesungguhan hati telah membawa jemari ini berhasil menerangi malam di tempat pengasingannya..

seorang yang belum menjadi orang,
berjalan dengan langkah langkah kecilnya berharap dapat bertemu dengan sang pengusik hatinya..
ia berharap dapat menyampaikan sebuah harapan besar dari sebuah momen perjalanan hidup sang pengusik hati..

selamat ulangtahun,
selamat mengulang tahun..
tahun yang terus berganti.
Sesuai bergantinya angka diatas tumpukan kue berlampu..

Rabu, 18 Agustus 2010

Sebuah Kisah di Masa Lalu

Mencintai bukan sebuah kewajiban ataupun sebuah beban yang harus dijalankan supaya terlaksana dengan baik..
Mencintai adalah ketika aku hanya menemukan dirimu seorang dalam sebuah mimpi kecilku, dan sosok sempurna itu hilang bagai asap rokok ketika aku terbangun, tetapi baunya masih tetap menyengat di hidungku..

Aku telah jatuh cinta, benar-benar jatuh kedalam sebuah cinta, cinta yang tiada bertanding..
Cinta untuk seseorang yang tidak pernah mencintaiku..

Kepergiannya meninggalkan ribuan kisah, bagai rentetan klise yang ingin kubakar,tetapi aku sendiri tak mampu, bahkan hanya untuk melihatnya kembali saja aku belum mampu..

Namun, sekarang aku benar-benar ingin membakar, bahkan abu bakarannya pun ingin ku bakar lagi, lagi dan lagi hingga benar-benar hilang dibawa hembusan angin..
Dibawa pergi ketempat yang jauh..
Tak terlihat, tak tersisa, lenyap..

Sebuah kisah dimasa lalu, terlalu cepat untuk digantikan dengan kisah yang baru..
Bahkan terlalu kejam untuk diganti dengan sebuah kisah, sebut saja sebuah kisah tentang seikat sayur pahit..

Aku benci sayur !
Kau teramat sangat mengerti aku membencinya..
Hanya untuk membuatku senang, kau tidak memakannya ketika bersamaku, bahkan membantu menyingkirkan tiap helai sayur yang ada disetiap piring makan ku..

Tetapi,setelah kau singkirkan..akhirnya pun dengan lahap kau memakannya dibelakangku hanya untuk sebuah nafsu laparmu..
Kau rela menukar cintaku hanya untuk seikat sayur pahit..

Serasa ada yang menancap pada tulang berkulit dipunggungku, dan dua buah batu besar di dalam kelopak mataku, yang menahan tetesan berkilau jatuh membasahi pipi..

Tak ada lagi teman, ataupun lawan..
Antara cinta, kita, maupun dia..